Sebelum Pesawat Jatuh, Sempat Telepon Ibu di Pare

Komentar

Rahmania Ekananda, istri dan dua anak perwira TNI AU dari Pare, Kabupaten Kediri menjadi penumpang Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di sekitar Kepulauan Laki. Mereka hendak menyusul Kolonel (Tek) Ahmad Khaidir yang berdinas di Pontianak, Kalimantan Barat.

ISAK tangis tak tertahankan. Air mata Nanik Zarkasi berderai, saat ditemui sejumlah awak media di kediamannya di Jalan Yos Sudarso, 78-A, Pare, Kabupaten Kediri, Minggu (10/01/2020) pagi.

Sejak Sabtu (09/01/2020) sore, hati Nanik diliputi kesedihan mendalam. Ketika mendengar kabar Pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta – Pontianak jatuh di Perairan Kepulauan Seribu.

Anak perempuannya, Rahmania Ekananda (40 tahun) serta kedua cucunya Fazila Amara (6 tahun) serta Fatimah Ashalina (2,5 tahun)  merupakan penumpang pesawat. Selain keluarganya, ada seorang baby sister bernama Dinda Amelia.

Padahal, beberapa saat sebelum mengudara, Nanik sempat kontak dengan anaknya, melalui telepon. “Saya terakhir kontak Rahmania jam 14.00 WIB. Dia sudah di bandara. Kasih kabar kalau pesawat delay,” kata Nanik.

Nanik, ibunda Rahmania/ foto: Fedho for kediriapik.com

Setelah itu, Nanik mencoba menelepon anaknya lagi, pukul 16.00 WIB. Dia sempat berpikir, anaknya sudah sampai Pontianak, namun belum mengabarinya. Berulangkali telepon tak menyambung, akhirnya Nanik menelepon Ahmad Khaidir. Kabar dari menantunya itu mengejutkan. “Menantu saya mengabari kalau pesawat hilang kontak,” ujar Nanik, sembari meneteskan air mata.

Rahmania dan dua anaknya  hendak menyusul Kolonel (Tek) Ahmad Khaidir, suaminya. Ahmad Khaidir merupakan Kadislog Pangkalan Udara Supadio, Pontianak.

Nanik sempat menemani anaknya di Jakarta. Dia baru saja kembali ke Kediri pada 5 Januari 2021 lalu. Hingga Minggu (10 Januari 2021) siang, proses pencarian pesawat masih berlangsung.

Belum ada titik terang bagaimana nasib penumpang. Namun, Nanik masih menyimpan harapan anak dan kedua cucunya bisa ditemukan dengan selamat.

Seperti marak diberitakan, pesawat Sriwijaya Air SJ182, rute Jakarta-Pontianak hilang kontak, Sabtu 9 Januari 2021, pukul 14.39 WIB. Pesawat dikabarkan jatuh di  sekitar pulau Laki.

Ihwal ada keluarga perwira TNI AU yang menjadi penumpang Sriwijaya Air sempat dirilis oleh Mabes TNI AU. Dilansir dari sindownews.com, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah mengatakan, istri dan kedua anak dari Kadislog Lanud Supadio Pontianak Kol Tek Ahmad Khaidir ikut menjadi korban karena berada dalam pesawat nahas tersebut. ”Betul, mohon doa rekan-rekan sekalian,” ujar Indan Gilang Buldansyah.

Data Mabes TNI AU Rahmania Ekananda duduk diseat 16 A, sementara kedua anaknya, Fazila Ammara di seat 16 D dan Fatima Ashalina berusia 2,5 tahun di seat 16 C. (ds)

Tim Kediriapik
Berikutnya

Terkait Posting

Komentar