Temuan Empat Sumur Kuno di Aliran Sungai Kawasan Ngasem

Komentar

Empat sumur kuno di sebuah aliran sungai ditemukan di Ngasem, Kediri yang diperkirakan dari abad 12-14 Masehi. Bukti sanitasi pada Kerajaan Kediri sudah maju.

SUMUR tersebut pertama kali ditemukan Eko Budi, warga setempat, saat memancing ikan bersama sejumlah temannya, Sabtu (20/06/2020). Sumur itu terletak di aliran sungai desa di Dusun Besuk, Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.

Awalnya, Eko Budi, melihat di tepi sungai mengalir air yang cukup deras. Karena penasaran, dia mencoba untuk menggali. ”Setelah digali, pada kedalaman hampir dua meter, ada tulang belulang dan serpihan gerabah,” kata Eko yang tinggal Besuk tersebut.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri mendatangi lokasi untuk mengambil data di lapangan, pada Rabu (24/06/2020). Eko Priatno, Kasi Museum Cagar Budaya dan Purbakala Disparbud Kabupaten Kediri mengatakan, sumur tersebut bisa disebut Jobong. Diperkirakan pada masa Kerajaan Kadiri abad 12 – 14 Masehi.

Perkiraan itu terlihat dari kedalaman sumur sekitar empat meter yang biasa ditemukan pada peninggalan Kerajaan Kadiri.

Dengan temuan tersebut, diperkirakan di sekitar aliran sungai terdapat sebuah pemukiman warga pada masa itu.

Empat buah sumur di sepajang aliran sungai tersebut jaraknya berdekatan antara 20 meter. Struktur sumur berdinding Gerabah berbentuk lingkaran berdiameter 70 centimeter, dengan tinggi 15 centimeter yang disusun ke bawah.

Lokasi temuan ini tidak jauh dari situs di desa Nambaan, kecamatan Ngasem, situs Totok Kerot Desa Bulupasar, serta Situs Semen Desa Semen Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri. ”Sumur tersebut membuktikan bahwa nenek moyang pada masa itu sudah mengenal sanitasi yang sudah maju pada masanya,” imbuh Eko.

Sumur tersebut sebagai penyedia air bersih. Sedang untuk kebutuhan mencuci memakai air sungai. Sementara batu bata merah yang ditemukan kemungkinan berfungsi sebagai tangkis atau dam pada masa itu.
Pemerintah akan terus mendata temuan sebagai data dan terus update, sebagai bahan informasi kepada generasi muda untuk memperkaya refrensi terkait budaya. (man)

Tim Kediriapik
Berikutnya

Terkait Posting

Komentar